PART 2

TIPE‑TIPE BUDAYA POLITIK YANG BERKEMBANG DALAM MASYARAKAT INDONESIA

Nama sekolah            : SMA Muhammadiyah Wonosobo

Kelas                                 : XI

Semester                       : 1(satu) /2011-2012

Mata Pelajaran          : Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum

Guru                                 : Sad Dita D.S. Spd.

Pokok Bahasan         : Budaya Politik

Waktu                              : –

Standar Kompetensi : Menganalisis budaya politik di Indonesia

Kompetensi Dasar     : Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia

Indikator                    :

1.             Menguraikan macam atau tipe budaya politik

2.      Menjelaskan tipe budaya politik yang hidup di Indonesia.

 

A.    Macam‑Macam Budaya Politik

Berdasarkan tipenya, budaya politik dapat dibagi merjadi 4 (empat) tipe budaya politik, yaitu sebagai berikut :

a.    Budaya politik parokial, yaitu berada dalam wilayah atau lingkup yang kecil. Pelaku, politik melakukan peranannya di dalam berbagai bidang karena belum adanya spesialisasi.

b.    Budaya politik sebagai subjek, yaitu berada dalam suatu wilayah yang lebih besar. Misalnya, di kota yang telah memiliki kesadaran politik cukup, tinggi dan ketaatan serta loyalitas kepada pemimpin politik yang cukup, besar.

c.    Budaya politik sebagai peserta, yaitu berada dalam masyarakat yang telah memilih kesadaran politik yang tinggi dan aktif di dalam memainkan peranan politik, baik dalam sistem atau input maupun di luar sistem atau, output.

d.   Tipe campuran.

Berdasarkan sikap, nilai‑nilai, dan keeakapan politik yang dimiliki, budaya politik dapat digolongkan berdasarkan orientasi‑orientasi warga negara terhadap kehidupan politik dan pemerintahannya, yaitu sebagai berikut :

  1. Budaya politik partisipan, yaitu, setiap warga negara yang melibatkan diri dalam kegiatan partai politik, sekurang‑kurangnya dalam pemberian suara (voting) dan mencari informasi tentang kehidupan politik.
  2. Budaya politik subjek, yaitu warga negara yang secara pasif patuh kepada pemerintah dari undang‑undang dengan tidak ikut pemilihan umum.
  3. Budaya politik parokial, yaitu warga negara sama sekali tidak menyadari adanya pemerintahan dan politik.

Berdasarkan proporsi ketiga golongan dalam sistem politik tersebut, maka terdapat 3 (tiga) model kebudayaan politik, yaitu sebagai berikut :

a.    Masyarakat Demokratis Industrial, Jumlah partisipan mencapai 40‑60 persen dari penduduk dewasa dan banyak aktivitas politik untuk menjamin adanya kompetisi partai‑partai politik serta kehadiran pemberian suara yang besar.

b.    Model Sistem Otoriter, Terdapat sebagian kecil partisipan industrial dan modernis, seperti organisasi politik, mahasiswa, dan kaum intelektual dengan tindakan persuasif menentang sistem yang ada meskipun sebagian besar partisipan hanya sebagai subjek yang pasif.

c.         Sistem Dentokratis Praindustri, Hanya terdapat sedikit sekali partisipan dan sedikit, pula keterlibatannya kepada pemerintahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: