PART 1

HAKIKAT BUDAYA POLITIK

Nama sekolah        : SMA Muhammadiyah Wonosobo

Kelas                             : XI

Semester                   : 1(satu) /2011-2012

Mata Pelajaran     : Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum

Guru                             : Sad Dita D.S. Spd.

Pokok Bahasan      : Budaya Politik

Waktu                           : –

 

Standar Kompetensi : Menganalisis budaya politik di Indonesia

Kompetensi Dasar     : Mendeskripsikan pengertian budaya politik

Indikator                    :

1.      Menguraikan pengertian budaya dan pengertian politik

2.      Menjelaskan pengertian budaya politik.

 

A.    Pengertian Budaya dan Pengertian Politik

Budaya berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu dari kata buddayah, bentuk Jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal. Jadi, budaya adalah hal‑hal yang bersangkutan dengan budi atau akal.

Koentjaraningrat mendefinisikan Budaya sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan cara belajar. Sementara Parsudi Suparlan mendefinisikan budaya sebagai sistem ide milik bersama yang dipakai sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat.

Mengenai politik, istilah politik berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata polis yang berarti negara kota.

Aristoteles, seorang filsuf Yunani, mengatakan hakikat kehidupan sosial melibatkan hubungan‑hubungan politik karena ada interaksi antara dua orang atau lebih.

Pada perkembangannya, politik berubah menjadi upaya atau usaha untuk mendapatkan kekuasaan dengan tujuan memberi kontribusi terhadap upaya pencapaian cita‑cita bangsa dan negara. Wadah yang dipergunakan untuk berpolitik adalah partai politik.

Prof. Miriam Budiardjo mendefinisikan politik sebagai bermacam-­macam kegiatan dalam suatu sistem politik yang menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.

Menurut Miriam, ada lima unsur dalam politik, yaitu:

a.    Negara,

b.   Kekuasaan,

c.    Pengambilan keputusan,

d.   Kebijakan umum, dan

e.    Pembagian kekuasaan.

B.     Pengertian Budaya Politik

Budaya politik adalah keseluruhan dari pandangan‑pandangan politik, seperti norma‑norma, pola‑pola orientasi terhadap politik, dan pandangan hidup pada umumnya. Budaya politik merupakan kunci untuk memahami setiap sistem politik.

Budaya politik meliputi hal‑hal berikut :

a.    Legitimasi.

b.   Pengaturan kekuasaan.

c.    Proses pembuatan kebijakan pemerintah.

d.   Kegiatan partai‑partai politik.

e.    Perilaku aparat negara.

f.     Gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah.

Dasar dari budaya politik adalah etika politik yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Etika politik merupakan tata nilai, sopan santun, atau ukuran baik buruknya tingkah laku politik atau pelaku politik, baik dalam suprastruktur maupakan infrastruktur.

Etika politik dalam sistem politik demokrasi menipunyai ciri‑ciri sebagai berikut :

a.    Menegakkan konstitusi sehingga tercipta constitutional govemment.

b.    Menegakkan rule of law sehingga tercipta pemerintahan berdasarkan hukum.

c.    Menegakkan open management sehingga terwujud partisipasi masyarakat secara efektif

d.             Penyelenggarakan pemilihan umum yang luber dan jurdil sehingga tercipta kebebasan rakyat untuk memilih atau menetapkan pilihannya.

e.              Menghormati adanya organisasi politik sehingga terwujud mekanisme demokrasi yang sehat. Akhirnya, terjadi pergantian pemerintahan secara demokratis.

f.              Mengusahakan terwujudnya komunikasi dua arah sehingga terjadi pemahaman dan saling pengertian dalam rangka mewujudkan kesepakatan.

g.    Mengusahakan terwujudnya kebebasan pers.

Menurut Almond dan Powell, budaya politik merupakan dimensi psikologi dari sistem politik, yaitu budaya politik bersumber pada perilaku lahiriah dari manusia yarig bersumber dari penalaran‑penalaran yang sadar. Konsep budaya politik terdiri atas sikap, keyakinan, nilai‑nilai, dan keterampilan yang sering berlaku pada seluruh angota masyarakat, temiasuk kebiasaan yang hidup dalam masyarakat.

Dengan demikian, budaya politik dapat juga diartikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat secara keseluruhan.

Pengertian budaya politik menurut para ahli atau pakar politik kenegaraan adalah sebagai berikut :

a.    Macridisi & Brown

Budaya Politik yang diwarnai oleh kerja sama atas dasar saling percaya yang tinggi antar warga masyarakatnya lebih mendukung demokrasi ketimbang budaya politik yang diwarnai rasa saling curiga, kebencian, dan saling tidak percaya dalam hubungan antar warganya.

b.    Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr.

Budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai, dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola‑pola khusus yang terdapat pada bagian‑bagian tertentu dari populasi

c.    Alan R. Ball

Budaya politik adalah suatu, susunan yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi, dan nilai‑nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu‑isu politik.

d.    Rusadi Sumintapura

Budaya politik adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati anggota suatu sistem politik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: