Sebuah Pembaharuan Untuk Satu Perubahan Besar Bangsa Indonesia

Oleh: Sad Dita Dwi S.

Merupakan tantangan yang sangat besar untuk kita semua sebagai generasi penerus bangsa ini, karena seperti yang terlihat dalam realita saat ini bahwa semakin hari semakin terpuruk dalam dan lebih dalam lagi ke lembah kenistaan. Satu yang pasti adalah ketika kita dihadapkan dalam sebuah problema yang sngat factual dan akhirnya sifat kefaktualan itu pun hilang tanpa ada penyelesaian yang pasti. Entah itu permasalahan yang berkaitan dengan politik, ekonomi, keyakinan, budaya, maupun masalah tanggung jawab yang secara logika saat ini busuk.

Sebuah wacana yang menurut saya harus segera diselesaikan dan segera diperbaharui untuk memajukan bangsa ini, yaitu bangsa yang adil bangsa yang mensejahterakan rakyat kita, bukan bangsa yang menyesengsarakan rakyat kecil dan menindasnya.

Berawal dari sebuah permasalahan yang timbul dari satu akar kepribadian dan karakter yang lemah dan loyo. Ini adalah factor perusak dan penghambat majunya bangsa ini, para pemegang kekuasaan yang tidak dapat menahan hawa nafsunya untuk melakukan perbuatan yang menjijikkan dan para wakil rakyat yang saling berebut harta demi kepentingan sendiri maupun kepentingan kelompok, apakah ini wajah cerminan bangsa kita? Benar dalam hati kalian pasti menjawab itu. Tapi apakah akan seperti ini terus menerus? Tidak dalam hati kalian menjawab dan tergugah untuk mulai membangun bangsa yang kokoh dan bangsa yang akan membawa kita kepuncak kejayaan.

Awal yang baik ialah ketika bangsa ini dihadapkan dalam sebuah polemic permasalahan yang mendasar dan itu memang sangat mempertaruhkan harga diri bangsa ini maka dari situ pula awal bangsa akan maju dan jaya ketika bangsa ini dapat membrantas semua masalah yang timbul akibat kebobrokan karakter. Oleh karena itu diperlukan sebuah pembaharuan dari generasi saat ini untuk menjadikan bangsa ini lebih baik dan maju, apalagi generasi saat ini adalah generasi yang berpendidikan dan berkarakter baik.

Sudah lama bangsa ini telah terpuruk dan jatuh di lembah yang menyakitkan dan menyensengsarakan masyarakat saatnya bangkit dan maju. Banyak sekali persoalan-persoalan yang timbul di Indonesia saat ini, dan parahnya persoalan-persoalan tersebut sebagian besar adalah permasalahan yang erat hubungannya dengan penguasa dan pemegang kekuasaan. Hakekatnya adalah permasalahan  ini sebenarnya merupakan tingkah laku dari para pemegang jabatan dan elit politik dalam menjalankan kinerja bangsa ini. Dapat dilihat dalam realitasnya misalnya saja seperti korupsi,money laundry, suap, pornografi, bahkan telah sampai pada tindak criminal seperti pembunuhan dan narkoba. Parahnya lagi inji dilakukan oleh orang-orang yang dinaggap dan diprcaya bahkan dipilih rakyat untuk menjadi wakil rakyat. Sungguh mengenaskan permasalahan ini, apakah ini disebabkan oleh masyarakatnya yang buta dalam memilih wakil bagi mereka ataukah orang yang terpilih menjadi wakil itu yang menjadi takabur.

Pengingkaran seperti ini yang sebenarnya membawa maslah besar bagi bangsa saat ini. Problema ininlah yang nantinya akan menjadi tembok besar pnghalang majunya bangsa ini, karena para wakil rakyat yang tidak amanah dan hanya bias berkoar ketika ingin menjadi wakil rakyat dan ketika telah terpilih menjadi wakil rakyat mereka bagaikan ular yang kenyang. Apakah yang seharusnya diperlukan dalam penyeselesaian masalah seperti ini? Ketika bangsa ini dipertanyakan tujuan yang pasti untuk mensejahterakan rakyatnya apakah telah tercapai? Keadilan yang semakin krisis dan kejujuran yang dipertaruhkan sudah tidak ada harganya lagi hanya uang yang dapat membuat mereka tersenyum.

Generasi muda yang berkarakter dan berkompeten yang harus merubah itu semua mulai dari  pendidikan untuk menjamin skill generasi saat ini harus dibangaun dan salah satunya adalah melalui pendidikan karakter agar generasi muda ini tetap berjuang demi bangsa ini. Oleh karena itu dalam pembangunan bangsa ini diperlukan pemikir-pemikir yang baru dan mutakhir dalam penyelesaian masalah yang lahir, karena saat ini bangsa kita dalam menangani masalah yang ada selalu saja hanya menjadi wacana dan itu semua hilang begitu saja, entah itu kasus korupsi, suap, money laoundry dan penyalahgunaan wewenang.

Dibutuhkan partisipasi aktif dari semua generasi muda saat ini entah itu partisipasi dalam bidang politik, social, ekonomi, maupun partisipasi yang lain seperti budaya. Sebagai contoh ialah partisipasi dalam bidang politik yaitu ketika bangsa ini dihadapkan dalam problem tentang ketimpangan dalam menetukan kebijakan saatnay generasi muda mengmbil alih dan segera menetukan kebijakan yang memang itu bertujuan mensejahterakan rakyat bukan kelompok, bias lewat parpol, karena bengsa ini memerlukan pemikir-pemikir muda yang memang itu berkompeten,. Dengan masuk menjadi kader dari partai politik saya kira generasi muda saat in bias menjawab tantngan yang akan dating atau persoalan yang timbul, karena hakekatnya generasi muda mendapatkan dari pendidikan karakter yang dari awal merekla cari sebagai modal awal untuk menyelesaikan persoalan tersebut. jadi ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan itu juga merupakan salah satu solusi generasi muda saat ini. Sedangkan dalam bidang ekonomi generasi muda dapat menyumbangkan ide-ide mereka dalam sector pembangunan bangsa salah satunya yaitu melalui kewirausahaan. Denga berwirausaha saya kira dapat membantu sedikit banyak menurunkan jumlah angka pengangguran bangsa ini, karena tingkat pengangguran bangsa ini cukup parah, lihat saja dari data jumlah penduduk ari tahun 2008:228 juta jiwa, tahun 2009:231 juta jiwa, tahun 2010: 234 juta jiwa, dan tahun 2011: mencapai 247 juta jiwa dengan prosentase pengguran yaitu sekitar 8,14% atau 9,26 juta jiwa sebagai pengguran. Dan paranhya laghi pada tahun 2009 ada 1.198.000 sarjana menganggur. Oleh karena itu solusi dengan melakukan wirausaha saya kira akan sangat membantu masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan menjadi orang yang hanya menunggu pekerjaan.

Dari hal kecil seperti inilah yang harusnya dilakukan dan disosialisasikan oleh pemerintah dalam menggulangai pengguran dan untuk menuju puncak kejayaan bangsa ini, namun ini juga tidak dapat dijalankan oleh masyarakat sendiri tetapi juga perlu intervensi dari pemerintah maupun pihak-pihak yang terkait seperti birokrasi-birokrasi atau LPM yang memang itu sangat dibutuhkan salah satunya ialah memberikan sosialisasi dan juga memberikan pelayanan kepada mayarakat dengan pelayanan yang memuaskan ,cepat, dan menjamin kepastian. Sebagai contoh dalam mengurusi surat perijinan maupun non perijinan harusnya dalam pelayanannya memperhatikan kepentingan pelanggan agar mereka juga dapat mendapatkan pelayanan dari birokrasi yang bersangkutan.

Oleh karena itu peran masyarakat dan pemerintah harus saling mendukung bukan saling menjatuhkan atau menguasai agar tercipta balance (keseimbangan) antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun bangsa ini, yang akan mewujudkan masyarakat yang good governant, masyarakat yang madani dan wakil rakyatnya atau pemegang kekuasaan mempunyai jiwa yang berbudi dan berkarakter. Inilah yang akan membawa bangsa ini maju yaitu bangsa yang mensejahterakan rakyat bukan bangsa yang menyengsarakan rakyat.

Marginalisasi Nilai-Nilai Pancasila

Oleh

Sad Dita Dwi Sancaya

Berangkat dari permasalahan ideologi kita yaitu pancasila yang semestinya dijadikan sebagai pegangan hidup falsafah bernegara, tapi itu semua hanya tinggal bualan saja yang berbeda keadaanya pada 30 tahun yang lalu. Perlu disadari adanya globalisasi membuat sendi-sendi pancasila menjadi lemah dan sedikit demi sedikit nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila mulai termarginalisasi. Sebenarnya nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila merupakan landasan pokok dan bersifat fundamental dalam penyelenggaraan Negara. Misalnya saja yang pertama tentang nilai ketuhanan  Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis.

Kedua Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. Ketiga nilai persatuan Indonesia mengndung makna usaha kearah bersatu yang nasionalisme dan juga mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang ada di Indonesia. Keempat nilai kerakyatan dan kebijaksanaan maksudnya bahwa kedaulatan tertinggi berada ditangan rakyat dan dalam penyelesaian masalah ditentukan dengan musyawarah untuk mufakat.

Kelima adalah nilai keadilan maksudnya bahwa keadilan disini termasuk juga dalam tujuan dari bangsa Indonesia sendiri yaitu terwujudnya bangsa yang adil dan makmur. Dari nilai-nilai pancasila diatas sebenarnya bersifat sangat abstrak dan normative oleh karena itulah perlu dijabarkan dalam peraturan yang lain seperti undang-undang.

Berangkat dari kecenderungan banyak orang saat ini yang menganggap bahwa pancasila hanya sebagai simbol falsafah saja dan tidak dipungkiri keberadaan pancasila ini semakin hari semakin kian terpuruk saja. Semestinya pancasila sebagai sumber segala sumber pembuatan hukum justru menciptakan lawan ideologi baru.

Banyaknya kasus korupsi, suap, money laundry yang dilakukan oleh “kerah putih” mengakibatkan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sudah tidak lagi menjadi dasar morallitas sehingga muncul banyak sekali demoralisasi. Dari keadaan inilah kemungkinan besar proses marginalisasi itu muncul yaitu dengan melahirkan “ideologi baru” dalam arti lahir ideologi samar-samar seperti leberalisme, komunisme yang secara perlahan-lahan membunuh ideologi pancasila.

Pengkhianatan nilai-nilai pancasila adalah suatu titik awal pembunuhan terhadap jati diri bangsa sendiri, karena sesungguhnya nilai-nilai pancasila ini selain merupakan perwujudan bangsa Indonesia juga sebagai tujuan bangsa Indonesia terutama kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Di lain pihak wakil rakyat dan pemimipin bangsa yang justru tidak dapat dijadikan tauladan, pemimpin yang tidak bertanggung jawab dan hanya bisa berkoar dimulut saja dan komitmen yang tidak pernah dilakukan dengan perbuatan.

Problema tersebut membuat rakyat menjadi jenuh dan dari kejenuhan tersebut orang-orang mulai untuk berfikir menciptakan ideologi baru yang menurut paham mereka adalah yang paling benar, ini awal mula timbulnya kekacaun yang melanda negeri ini. Melihat perjalanan sejarah yang begitu panjang seharusnya dapat menjadi titik awal perubahan dan kemajuan tetapi yang terlihat disi semangat nasionalisme justru menjadi menurun dan jauh dari nilai-nilai semangat pancasila yang diharapkan. Akibatnya orang menjadi tidak percaya pada nilai-nilai pancasila yang selama ini dijunjung tinggi oleh Negara ini.

Kemerosotan mental, moral dan etika juga menjadi salah satu faktor merginalisasi pancasila karena etika dan moral adalah bagian yang vital dalam penyelenggaraan pemerintahan yang adil dan makmur. Keadaan yang juga membuat eksistensi nilai pancasila merosot adalah budaya hidup yang materialistic dan praktis yang mengakibatkan  timbulnya keserakahan dari para pihak yang telah diberikan wewenang, dan juga termasuk didalmnya para elit politik dan birokrasi yang cenderung memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan yaitu  budaya mempertahankan kekuasaan dan mengambil keuntungan bahkan lebih ekstrim lagi menyalahgunakan kekuasaan yang mereka jabat, tanpa memberikan kesempatan sedikitpun kepada rakyat yang semestinya merupakan legitimasi dari semua kebijakan pemerintah.

Dengan kondisi yang termarginalisasi saat ini, diperlukan sebuah wadah untuk menyelesaikan pemasalahan yang timbul antara lain dari segi wakil rakyat dan pemimpin yang seharusnya menjadi tauladan bagi rakyatnya dan diawali dengan memberikan contoh dan perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur pancasila.

Dari kondisi yang sangat terpuruk diatas sekiranya untuk melakukan pembaruan yang diantaranya yaitu memberlakukan ideologi pancasila yang didalamnya menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pancasila dan itu diimplementasikan dengan perbuatan. Untuk para pemegang kekuasaan dan elit politik dalam menjalankan kekuasaan hendaknya berpedoman pada nilai-nilai pancasila. sebagai contoh ketuhanan, yang apa bila mereka melakukan pelanggaran akan merasa sadar bahwa dia adalah makhluk tuhan yang tidak lepas dari dosa. Dan juga menindak lanjuti ketika ada pelanggaran maka hukum dipertegas demi memnuhi keadilan yang tercantum sesuai dengan nilai-nilai pancasila, dan mewujudkan tujuan bangsa ini.

P R O F I L

SAD DITA DWI SANCAYA yang dilahirkan di daerah wonosobo yang mempunyai 3 saudara dan saat ini sedang menduduki jabatan sebagai anggota dewan PKnh.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.